Tuesday, September 23, 2008

kenyamanan masyarakat

Apa sih yang dipikirkan orang sekarang ini? Kenapa orang seakan tidak lagi memperdulikan orang lain demi kepentingan diri sendiri. Pikiran ini sebenarnya udah sejak jaman kapan tau, ngendon di kepala dan gak pernah dapet jawabannya. Dan tadi malam, waktu pulang kantor naik bis aku kembali memikirkannya.

Supir bis dimana-mana emang terkenal ugal-ugalan. Dimanapun, dan kapanpun. Dari kota besar kayak Jakarta, ampe kota kecil kayak Jogja. Tapi, apa iya mereka tidak memikirkan keselamatan penumpang yang seharusnya mereka utamakan. Supir bis semalam, ngebut setengah mati. Gilaa ya! Berhenti sembarangan, nubruk-nubruk sembarangan. Di jalan yang macetnya puanjaaaang banget, ekh dengan seenak jidat, mereka ngambil jalan kosong yang seharusnya untuk kendaraan dari arah sebaliknya. Nah lho! Spontan-lah si supir banting setir ke kiri, ekh ga taunya malah mepetin dan nubruk spion truk. Ampe tuh spion berputar 90 derajat. Dan si sopir bis, dengan lempengnya tetep jalan gitu... Damn!!

Yang pasti mereka begitu karena ngejar setoran, ngejar penumpang. Tapi apa iya harus kayak gitu? Sampe bikin penumpang gak nyaman dan mempertaruhkan keselamatan mereka? Sama aja kasusnya kayak sopir taksi yang justru kerja sama buat ngerampok penumpangnya. Apa mereka gak mikir, kalo seandainya istri, anak, atau saudara mereka diperlakukan sama seperti itu?

Doktrin apa sih yang mereka dapet? Pedoman apa yang mereka pegang untuk melayani pelanggan mereka. Entah ini cuma pikiranku aja atau orang lain juga ada yang berpikir sama. Karena, aku sebagai seorang customer, pelanggan, pengguna jasa layanan umum, yang pasti ingin mendapatkan pelayanan yang baik dari pengelola jasa yang aku gunakan. Dampaknya akan sangat besar, karena orang yang mendapatkan pelayanan yang baik pasti akan menggunakanya lagi. Dan itu berarti, keuntungan khan buat mereka.

Ehmmm...mungkin gak ya, bikin sebuah campaign, yang objectivenya adalah mendoktrin para pengelola jasa itu untuk memberikan pelayananan maksimal pada masyarakat. Bagaimana seharusnya mereka bersikap, rumus keuntungan dengan pelayanan maksimal, ya kasih semacam SOP-lah! Biar mereka nyaman bekerja, customer juga jadi nyaman menggunakan jasa mereka.

Tapi, kayaknya sulit ya. Karena mereka seperti itu juga karena tuntutan ekonomi yang semakin menggila. Ibaratnya, buat bernafas aja susaaah banget!! Dan kalaupun campaign itu dibuat, tapi pemerintah tidak mendukung, itu sama saja. Pemerintah, mana mau tau. Mungkin mereka akan mendukung, tapi tidak turut serta, tidak berempati. Bingung aja ya, mau gimana sebaiknya!!

Welw...kalo mau tutup mata, aku gak membantu donk! Tapi, kalo aku mau bergerak, apa yang bisa aku kasih. Cuma nulis ginian doank, cuma sok-sokan berpikir kritis, cuma belagak peka sama kondisi sosial kita...

Auk akh...nanti malem tetep pulang naik bis kok!!

No comments: