Thursday, September 25, 2008

dear rasa takut

heeiii..pa kabar fears?
apa kau masih di sana, tersembunyi di balik aliran darah
dalam hati yang tak tersentuh dalamnya
kira-kira sampai kapan kamu di sana
bertahan dalam gelap,
terlihat lemah, tapi sebenarnya paling kuat
apa tidak bosan, kamu berteman dengan segala macam yang hitam
tanpa ada warna lain, selain ketidakteraturan


kasian kamu
selalu dicap sebagai yang buruk
yang tetap hidup meski sudah dibunuh
aku ingin tahu, bagaimana sih caramu bertahan di situ?
padahal, si tuanmu telah menikam, merajam,
bahkan membakarmu tanpa ampun
tapi kamu selalu kembali dengan senyum lebar, sangat lebar!!


apa kamu masih suka melompat dan mengejang
saat ada sesuatu yang tak kamu suka,yang muncul tiba-tiba?
yang membuat, dia, aku, kami, jadi gemetar
dan mengerut hingga habis...


heii fears, aku mau protes
aku ingin kamu pergi
tak suka kamu di sini
mengganggu tidur, dan kerjaku
merubah pola makan dan pola pikirku
hingga kadang kesadaranku hilang,
mengejan, dan memilih pulang.


dan fears, karena kamu
aku tak bisa menggenggam dunia
mendapatkan apa yang suka
memeluk apa yang aku sayang
aku tak bisa dapatkan bahagia, yang berlandaskan idealisme hati
yang mengakar di sanubari
dan kadang melanggar regulasi

fears, aku bosan
aku ingin membuangmu
menjadikan aku lebih berani
menjadikan aku lebih beremosi dan bernyali

selesai semua,
aku memusnahkannya
menyelesaikan kontrak yang memang telah habis
dan harus habis...
sekarang di sini aku harus berani
untuk menantangmu dan membuangmu jauh

"dear fears, kamu bukan jawaban hidupku"

No comments: