Wednesday, September 28, 2011

pilihannya hanya dua

kaki berat melangkah lagi
tapi harus,
karena sudah menapak tanah
tak ada jalan lain selain berjalan
pilihannya hanya dua
maju atau...mundur


Saturday, September 24, 2011

persembahan dari hati,
untuk jasa yang tak pernah akan mati
dua sosok manusia sejati
yang mencintaiku setengah mati


PS: i love you, today and forever
bapak-ibu

25, dan saya masih bisa galauu. What?!!

Menjalani usia 25 itu cukup berat ya. Merengek udah bukan saatnya, tapi mandiri lahir batin juga belum mampu. Tanggung jawab yang diemban hanya sebatas mencari pekerjaan dan pulang ke rumah seusai kerja agar orang tua tidak bertanya-tanya. Selebihnya, saya akui belum bisa apa-apa.

Emosi yang masih labil membuat saya sering, kalau ABG bilang "galau". wkwkwkwk... Tapi betul, terlebih masalah kehidupan sosial yang berhubungan dengan karir atau pasangan.

Usia 25 buat saya bukan usia yang "muda" lagi. Seorang copywriter favorit saya pernah menuliskan di blog-nya, bahwa usia 25 adalah saatnya dia (atau seseorang pada umumnya) mulai memiliki ketertarikan pada kehidupan yang lebih kompleks, seperti pemerintahan, politik, dan masalah sosial lainnya. Buat saya itu betul sekali. Kita mulai melek politik, ekonomi, pemerintahan, bahkan urusan-urusan macam perselingkuhan anggota dewan pun jadi menarik di antara berita infotainment selebritis yang makin marak.

Tapi, sebenarnya apa esensi dari umur 25. Umur seperempat abad, yang mungkin kalau teman saya yang lain sudah mencapai sukses dengan kerja di ibukota, gaji belasan juta, atau bahkan sudah beranak dua. Buat saya, umur ini adalah sebuah pembuktian bagi diri saya, bahwa saya masih bisa bertahan dengan apa yang saya miliki. Entah itu kepandaian, keberuntungan, atau apapun itu. 


Umur 25 buat saya adalah harapan untuk 25 tahun selanjutnya, dan selanjutnya. Tidak terintimadasi oleh orang lain, bersyukur dengan tulus, dan mencintai apa yang ada di hadapan saya adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sementara seluruh indera saya terus bekerja, menghasilkan karya untuk bukti eksistensi saya di dunia.

Selebihnya saya galau dan merajuk.
Hihihi...


PS: untuk teman-teman saya yang masih bingung dengan apa yang akan dilakukan, atau merasa berbeban terlebih karena usia, percayalah..hidup lebih mudah dari yang kita bayangkan jika kita "legowo" dan melakukan apapun dengan maksimal, semampunya kita. 
Everybody has their own luck, so do we. Asal kamu ga berhenti bergerak, maka kita semua akan bisa melakukan banyak untuk kelangsungan hidup, atau sekedar eksistensi pribadi.

Semangat!

Friday, September 23, 2011

Perumpaan sebuah kayu yang berubah menjadi arang
Tetap menjadi sesuatu yang penting bagi orang lain
Meski dalam wujud lain, meski dapatkan cemooh karena hitam lekatnya
Tapi jangan diadu jasanya, karena kamu pasti kalah

Friday, September 16, 2011

tiap duka
ada segaris tawa
dan tiap suka
ada setetes air mata
kupayungkan harap di atasmu
mengguncang mimpi seribu satu malam
mendapat kepastian tentang siapa tuan tanahnya
tanah ditanami benih rasa dalam aliran air surga

Tuesday, September 6, 2011

Eid Holiday 2011

Biasanya kalo mengakhiri liburan yang cukup panjang, pasti menyisakan perasaan menyesal karena belum melakukan banyak hal. Liburan yang sia-sia, ga melakukan apa-apa, ga pergi kemana-mana. Tapi, liburan kali ini cukup unik. Aku bilang unik karena liburan yang cukup panjang selama seminggu ini, aku nyaris ga melakukan hal yang out of the box..hehe..yg lain dari yang lain. Semuanya biasa aja. Plain! Tapi entah kenapa, ga ada rasa penyesalan berlebih ketika waktu liburan habis, dan harus bekerja lagi.

Bahkan selama seminggu hanya dihabiskan untuk bersantai-santai sampai berat badanpun naik 3 kilo (jadi 48 lebih!). Dan yang mengenaskan adalah tidak bisa ketemu dengan kekasih saya, yang katanya ada pekerjaan. Toeeng!!!
Yang cukup melegakan adalah saya bisa memberikan sedikit kelebihan rejeki saya pada orang-orang yang saya anggap telah mengabdikan dirinya dengan sepenuh hati pada kehidupan dan pekerjaan, yaitu dua office boy dan satpam kantor. Rasanya lega luar biasa. Dan saya juga bisa menghabiskan waktu bersama saudara-saudara dekat, membantu eyang saya yang sudah sepuh, membagikan sedikit THR dan gaji pada keluarga (serius lho sedikitnya itu!!), dan melakukan ziarah rohani ke Gua Maria Tritis. Dan yang nge-hip banget, saya bisa reunian sama temen-temen SMU.
Dan, setelah 2 hari bekerja, rasa penyesalan yang dulu sering datang kalau habis liburan tidak saya rasakan sedikitpun. Yang ada justru pikirkan adalah apa yang akan saya lakukan hari ini dan nanti. Wise banget yaaa!!! :)
Well, mungkin itulah hikmah liburan panjang kali ini. We have to look straight ahead, focus, and never looking back for everything you have done in past.

Have a great day people :)