Saturday, September 24, 2011

25, dan saya masih bisa galauu. What?!!

Menjalani usia 25 itu cukup berat ya. Merengek udah bukan saatnya, tapi mandiri lahir batin juga belum mampu. Tanggung jawab yang diemban hanya sebatas mencari pekerjaan dan pulang ke rumah seusai kerja agar orang tua tidak bertanya-tanya. Selebihnya, saya akui belum bisa apa-apa.

Emosi yang masih labil membuat saya sering, kalau ABG bilang "galau". wkwkwkwk... Tapi betul, terlebih masalah kehidupan sosial yang berhubungan dengan karir atau pasangan.

Usia 25 buat saya bukan usia yang "muda" lagi. Seorang copywriter favorit saya pernah menuliskan di blog-nya, bahwa usia 25 adalah saatnya dia (atau seseorang pada umumnya) mulai memiliki ketertarikan pada kehidupan yang lebih kompleks, seperti pemerintahan, politik, dan masalah sosial lainnya. Buat saya itu betul sekali. Kita mulai melek politik, ekonomi, pemerintahan, bahkan urusan-urusan macam perselingkuhan anggota dewan pun jadi menarik di antara berita infotainment selebritis yang makin marak.

Tapi, sebenarnya apa esensi dari umur 25. Umur seperempat abad, yang mungkin kalau teman saya yang lain sudah mencapai sukses dengan kerja di ibukota, gaji belasan juta, atau bahkan sudah beranak dua. Buat saya, umur ini adalah sebuah pembuktian bagi diri saya, bahwa saya masih bisa bertahan dengan apa yang saya miliki. Entah itu kepandaian, keberuntungan, atau apapun itu. 


Umur 25 buat saya adalah harapan untuk 25 tahun selanjutnya, dan selanjutnya. Tidak terintimadasi oleh orang lain, bersyukur dengan tulus, dan mencintai apa yang ada di hadapan saya adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sementara seluruh indera saya terus bekerja, menghasilkan karya untuk bukti eksistensi saya di dunia.

Selebihnya saya galau dan merajuk.
Hihihi...


PS: untuk teman-teman saya yang masih bingung dengan apa yang akan dilakukan, atau merasa berbeban terlebih karena usia, percayalah..hidup lebih mudah dari yang kita bayangkan jika kita "legowo" dan melakukan apapun dengan maksimal, semampunya kita. 
Everybody has their own luck, so do we. Asal kamu ga berhenti bergerak, maka kita semua akan bisa melakukan banyak untuk kelangsungan hidup, atau sekedar eksistensi pribadi.

Semangat!

No comments: