Sunday, August 24, 2008

Too Sentimentil...

23 August 08

Ini udah hampir jam 2 pagi. Dan saya belum bisa tidur (sekarang saya pakai kata saya dulu ya!). Entah karena kopi, atau karena memang saya belum bisa atau tidak bisa tidur. Saya juga sukses menonton 3 film sampai habis. Jumper, 27 Dresses, dan The Departed. Mungkin seharusnya saya pinjam lebih banyak film, biar bisa mengisi waktu, selagi saya menunggu hingga mengantuk. Tapi, tidak ada keinginan untuk sekedar membuka kembali folder dengan judul "Skripsi". I dont know, i cant get my concentration there! well...face it girl! Jangan dipaksakan, setidaknya untuk malam ini.

Sepanjang malam ini, saya punya pertanyaan besar pada semua orang. Pernahkah merasakan rasa sentimentil yang berlebihan? Dan bagaimanakah mengatasinya? Referensi saya, film luar negeri, jadi tak bisa sepenuhnya terjadi di sini. Cause i feel it tonight. a whole night! Kadang memang kita butuh ngerasa sentimentil. Untuk berempati pada orang lain, atau diri sendiri. Kejadian buruk atau senang sekalipun kadang bisa membuat kita jadi...ya rapuh, berbunga-bunga, atau malah jatuh dan berantakan. Dan be sentimentil itu normall. Sangat normal! Kita mungkin butuh tissue, untuk menghapus tangis yang melunturkan maskara. Atau kita butuh gelas untuk dipecahkan, yang akan melukai kaki jika tidak segera dibersihkan. Well..dua contoh itu ternyata tidak ada yang positif..hehehe..

I know, being sentimentil kadang ga berguna. Cuma menambah daftar khayalan kita tentang sesuatu, atau menambah cerita sedih dalam diary. But sometimes, u need that! Kalo kamu merasa tidak romantis, cobalah untuk menjadi sentimentil, sedikit emosional, feminin, dan kamu akan merasakan how being romantic person. Atau, kalo kamu bukan orang yang emosional, kadang merasakan sesuatu yang dalam dan mengungkapkannya akan membantu meredakan suatu masalah. Pertama menangislah, mengumpat, lalu ungkapkan. Apakah dengan memukul, berteriak, memcahkan sesuatu, atau..apapun! Tapi, yang perlu diingat, ini bukan suatu hal yang negatif, yang menunjukkan kita lemah atau kasar. Itu adalah hal yang alami. Karena justru menjadi orang yang miliki rasa sentimentil, akan lebih peka, lebih bisa berempati, dan berperasaan. Yaa..asal tidak berlebihan! Karena semua hal ada batasnya, begitu juga dengan ini. Jika terus, terus, dan terus dirasakan kita akan jadi orang yang kelihatan sangat lemah.

Tapi, apa salah sekali-kali terlihat lemah? Toh kita juga bukan manusia batu, we have a beautifull stuff, named HEART! Dan kadang, itu perlu diperlihatkan!
But, no..no..big no..no...
But..ergghh... aku cuma kasih opini. Sekarang terserah mau jadi seperti apa. Yang penting, jangan sampai merugikan diri sendiri dan tentunya orang lain.

And great sekarang jam setengah 3, dan belum bisa tidur!
Good morning everybody!

(my note tadi pagi, dan tak bisa tidur..)

No comments: