Tuesday, July 29, 2008

Nyanyian padi….

Ibu bilang padaku, saat sore turun, saat lautan bergelombang, saat rambut ibu sudah memutih, dan saat Ayah mulai makan bubur, bahwa semua padi di sawah selalu bernyanyi……….

Lagu yang mereka mainkan sangat indah. Seperti iringan koor gereja dan orkestra. Kata beliau juga, lagu yang mereka nyanyikan adalah ciptaan mereka sendiri.

Suatu siang saat aku hendak bermain, aku melihat Ibu merenung. Beliau memegang bulir-bulir padi di tangan. Mulutnya komat-kamit, dan wajahnya kadang tersenyum namun kadang menunjukkan kesedihan. Aku ingin mendekat, tapi beliau tampak asyik menikmati itu semua.

Sore saat aku pulang, aku mendengar suara nyanyian. Tepat di depan sawah dekat rumah yang menjadi tempat aku bermain. Semakin aku dekati, suaranya semakin indah, tapi tak ada siapapun di situ. Saat rumahku sudah tampak, aku masih juga belum tau siapa yang menyanyi.

Aku mempercepat langkahku untuk menanyakannya pada Ibu. Tapi kenapa banyak orang, berkerumun di rumah sambil berwajah muram. Aku masuk dan memanggil ibu. “Ibu..Ibu aku mendengar nyanyian…..” Ibuku terduduk di tempat sama seperti tadi siang. Tapi matanya terpejam, dan tidak bicara. Orang-orang yang berkerumun memberiku jalan. Wajahnya cantik, dan penuh cahaya kemilauan. Ibuku pergi dengan bulir-bulir padi di tangan. Dengan nyanyian padi yang masih terdengar………..

“Ayah, sudah habis belum buburnya?”

28april2006

No comments: