Monday, November 12, 2012

This is dancical

"close your eyes and move your body. follow the music and listen to your soul. so free, so light. you're just the wind, the water, fire, the feelings, that moving beautifully. you sing your freedom, you paint your love. with your own hand, with your own mind. this is the poetry of motion. this is dancing."  -hushtaz-

Aku sangat suka melihat orang menari. Baik membawakan tarian tradisonal, modern, atau kontemporer. Apa aja. Apalagi tarian yang unik dan memiliki unsur cerita di dalamnya. Orang yang menari sepertinya sangat bebas, gak ada beban, tubuhnya seringan angin hingga sepertinya bisa terbang. 

Sabtu (10/11/12) kemarin, aku dapat kesempatan untuk menyaksikan sebuah pertunjukkan tari. Teman mengajak untuk melihat pagelaran tari "Gigi Art Dance Student, E-MOTIONs KIRA'S SONG". Ini adalah pertunjukan musikal tahunan dari Gigi Art Dance, sebuah sekolah tari di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan. Pertunjukkan mereka kali ini bertajuk “KIRA’S SONG” yang digelar di Balai Kartini, Jakarta. 



E-MOTIONs adalah pertunjukan dancical (dance musical) tahunan, sebagai ajang untuk pamer kebolehan para murid dari Gigi Art Dance, yang ditampilkan dalam suatu bentuk alur cerita yang berbeda tiap tahunnya. 

Tahun ini mereka mengangkat isu eksploitasi pada hewan (animal abuse). Mereka mengangkat tema ini dengan tujuan untuk menumbuhkan kembali kecintaan dan kepeduliaan kita terhadap binatang yang ada di seluruh muka bumi.  

Sejak pertama kali panggung digelapkan, musik diputar, prolog dibacakan, dan penari-penari mulai bergerak, aku merinding. Amazed with all the ambience and situation. Mungking agak berlebihan, karena sebenarnya aku ga punya koneksi di situ. Aku menikmati pertunjukkan, dimana teman dan keluarga datang menyaksikan orang yang mereka kenal menari di panggung. Tapi jujur, aku baru pertama kali melihat pertunjukkan dengan konsep dancical, macam broadway. Melihat anak-anak muda (bahkan anak-anak kecil) menari dan menyanyi bikin aku senyum terus sepanjang pertunjukkan, karena buatku itu bagus banget. 

Cerita mengambil setting situasi Pulau Kalimantan, di sebuah desa yang lekat dengan alam bebas dan kehidupan liar. Kira, sang tokoh utama, diceritakan sebagai anak yang bisa berkomunikasi dengan binatang-binatang di dalam hutan. Hampir setiap hari dia mengunjungi binatang-binatang di dalam hutan dan menceritakan banyak kisah pada mereka. Sampai suatu hari seorang pemburu berhasil menangkap binatang-binatang itu dan menjualnya pada sebuah kelompok pertunjukkan sirkus. 

Di sirkus, binatang-binatang itu diperlakukan dengan kejam bahkan disakiti. Tujuannya untuk memberi hiburan agar mereka mendapat keuntungan. Hingga akhirnya kira dan teman-teman binatang lainnya berhasil menyelamatkan. 

Setiap emosi yang diciptakan dalam cerita, ditampilkan dalam bentuk tarian. Marah, sedih, jatuh cinta, semua digambarkan dengan berbagai koreografi tari yang menarik. Para performer pun disesuaikan dengan usia dan jenis tarian yang mereka pelajari. 

E-MOTIONs tahun ini melibatkan sekitar 402 penari. Berbagai macam tarian dibawakan di sini. Seperti tari kontemporer, ballet, hip hop, tradisional, jazz, dan RnB. Meskipun ada beberapa performernya yang lupa gerakan, tidak percaya diri, atau salah bloking. Tapi overall, untuk pertunjukkan ini bagus. Dan berhasil menguatkan keinginan untuk belajar tari (espc javanesse) suatu saat nanti. 

Standing applause for the show. Dan semoga ke depan akan semakin banyak kreasi tari dari Indonesia dan bisa bersaing di lingkup internasional.

;)

No comments: