Thursday, November 27, 2008

jogjaaa...

tidak ada yang istimewa pagi itu. sudah pukul 7.30, dan dia sudah di dalam bis. pagi itu, dia penuh rencana begitu tiba di kantor. menulis ini, membaca itu, belajar ngulik, dan membereskan sisa pekerjaan. pikirannya yang melayang terbuyarkan oleh seorang pengamen yang naik dan mulai memperkenalkan lagu yang dinyanyikan, membuat dia sedikit terbelalak. "pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu..."

itu lagu Jogja dari Kla Project. dan mulailah pikirannya berkelana lagi. membentuk banyak bubble dialog seperti di komik, ada yang bergambar, ada yang berupa kata-kata. ada jalanan, ada bau hujan, ada dinding yang sudah lama ia tinggalkan di sana. tapak kaki, putaran roda motor, dan goresan di kertas lapuk. suara riuh teman-temannya pun seakan membahana di telinga. memanggilnya untuk bermain, pergi keluar, atau sekedar bercerita tentang pangeran impian. lalu ibu memanggil masuk untuk minum segelas susu, yang selalu berakhir di lemari pendingin karena sudah terlambat, dan harus berangkat.

bubble yang lain, ada gambar jalanan Malioboro. simbol budaya yang modern. meski berupa toko dan kios, tapi ada sebuah makna di sana yang tidak bisa tergantikan di tempat lain. meski kegiatan yang dilakukan sama, menjual dan membeli. ada juga Tugu yang menjadi simbol kota. dan wajah-wajah sederhana yang ramah, yang dia harap, tidak tergantikan oleh kendaraan dan bangunan yang tidak menarik.

ada sakit hati, ada keceriaan, ada malu-malu, ada tangisan, ada kecewa, ada rindu, ada rasa mengagumi, ditinggalkan, dan jatuh cinta. dinding yang pudar karena waktu. hati yang beku karena kecewa. buku yang kosong karena tak pernah diisi. roda motor yang harus diganti. ketukan halus di pintu yang berbeda.

"terimakasih para penumpang, saya harap anda dapat selamat sampai tujuan. sekian dan terimakasih"

blaar...bubblenya hilang, diganti debu dan suara bis yang rongsok dan tua

No comments: