Tuesday, September 25, 2012

5 Minutes Writing Excercises - #1


Menantang diri sendiri untuk menghasilkan sebuah tulisan dalam waktu 5 menit, dan inilah yang saya tulis. 




Akhir-akhir ini saya sedang berjibaku dengan banyak buku-buku yang ada di kamar saudara sepupu. Walaupun tidak smua habis saya lahap, tapi ada banyak pengetahuan baru yang bisa saya dapat. Salah satunya adalah buku Paul Arden, God Explained in a Taxi Ride. Bukunya ringan, tidak berusaha menggurui, tapi hanya ingin share tentang sebuah pemahaman dan penerimaan akan Tuhan. 

Kita tidak dituntut untuk berpikir berat, cukup mengikuti tulisan-tulisannya dengan santai. Karena menurut saya, selain mengandung fakta ringan seputar Tuhan dan agama, buku ini murni berisikan opini dari penulisnya. 
Apa Tuhan ada, nyata, dan pantaskah kita mempercayainya. 

Saat saya baca buku ini, saya justru asyik mengikuti cara bertuturnya, tidak melulu fokus pada kontennya. Karena saya tipe orang cukup setia dengan agama (hohoho) maka saya tidak menanggapinya dengan terlalu serius. Yang paling menarik menurut saya adalah kesimpulan akhir yang dipakai dalam buku. Dalam bahasa saya "Kalau kita percaya adanya matahari, maka sebenarnya kita sudah percaya akan adanya Tuhan, karena semua hal atau peristiwa atau benda yang ada di bumi dan alam semesta tidak ada yang namanya kebetulan, Tuhan adalah nama yang kita berikan untuk kekuatan yang menciptakan semesta."

Great!!!

Monday, August 27, 2012

April-Agustus

Sudah lama sekali sejak bulan April tidak ada satupun tulisan baru di sini. Mungkin saking banyaknya cerita yang terjadi ya sampai gak bisa diceritain dan dibagi di sini.. Apakah kejadian-kejadian itu buatku terlalu personal, atau terlalu sedih, atau malah memalukan. Hihi... Dan akupun lebih banyak sharing di twitter tentang pikiran dan kejadian-kejadian sederhana yang terjadi di sekitar. 


Blog ini iri sih sebenarnya gak dibagi ceritanya juga. :P Semoga bisa cepat kuobati rasa irinya blog ini, dan segera bisa berbagi tentang apapun yang terjadi...

Ciaooo....


Sunday, July 15, 2012

Hore Beach..


Kali ini rencana perjalanan ke pantai akhirnya terwujud nyata. Dengan peserta yang hanya 4 orang, dan semuanya cewek, berangkatlah kita menuju timur Jogja memulai trip pantai to pantai (14/7/12). Yeeaayy..semua exciting!! 

Meski pagi itu dibuka dengan mendung dan gerimis, tetep jalanlah kita menuju meeting point di rumah Wini. Rencana brangkat jam 8 pun, baru terlaksana sekitar 8.30 lewat. Yang cukup menyenangkan adalah, kita berangkat tinggal bawa body aja, karena smua ransum sudah disiapkan.. Yeaayy..double exciting. Wkwkwk... Mereka donk, Putri Wini Farikha, pake rok panjang semriwing. Duuuh iri, akhirnya kita kompakan pake rok smua biar kelihatan lebih yoi :p

Walaupun semua kelihatannya udah sangat prepare, tapi tetep ya ada yang ketinggalan, yaitu pakaian ganti. Beruntung Wini cukup dermawan, memberi bantuan pakaian ganti (ga perlu disebutin apa ya) :p

Mobil yang udah dipanasin, dan driver yang udah siap sedari pagi, jadi saksi kehebohan kita waktu persiapan mau jalan. Dengan mengucap basmalah, perjalanan panjang pun dimulai. 

Mobil udah mulus, jalan pun ga geol-geol banget, tapi agaknya si driver ini agak ababil ya nyetirnya, jadi wuzz wuzz kencang tak terhingga dan nyaris setiap berapa menit sekali kedengeran orang nahan napas di belakang karena mobil yang hampir aja nyenggol kendaraan lain. 

Dengan kecepatan super itu, akhirnya dalam satu setengah jam kita sampai pantai pertama. Untuk ukuran kita, yang ga begitu apal jalan,waktu tempuh segitu udah cepet banget. 

Daaaan..pantai pertama kita datengin adalah Pantai Sepanjang. Pantai ini pasirnya putih dan cukup halus. 



 Pantai Sepanjang 

Tempatnya masih sepi, cuma ada beberapa pasangan dan rombongan wisatawan dari sebuah instansi. Di sana kita ditawarin pecel rumput laut dan keripiknya. Hemm..menarik sih ya, karena belum pernah cobain. Tapi karena kita mual banget akibat perjalanan akhirnya gak jadi nyobain. 

Setelah dari Pantai Sepanjang, kita langsung cuss ke Pantai Indrayanti. Berbekal pengalaman indah beberapa teman tentang pantai itu, kita pun membayangkan hal yang sama. 





Pantai Indrayanti

Tapi begitu nyampe, duuh biyung...ga banget deh. Pantainya udah rame banget. Bahkan mau lihat keindahaannya pun kita ga bisa konsen, karena saking banyaknya orang disana. 


Akhirnya kita pun pindah ke pantai Sundak dan Ngandong. Pantai Ngandong ini berada satu jalur dengan Sundak hanya terpisah karang. Suasana pantai Ngandong cukup sepi, dan kitapun akhirnya memutuskan untuk benar-benar membasahkan diri di sana. Hihihi... 

Kita nemuin spot yang pasirnya agak dalam dan bener-bener kayak mini pool pribadi. Airnya hijau kebiruan dengan hanya kita ber-4 di sana, it's like heaven. Dan cuaca siang itu oke banget, karena matahari agak tertutup sedikit sama awan jadi ga begitu panas, dan bikin langitnya jadi biru, ceraaaaahhh banget










Pantai Ngandong


Hampir 4 jam kita maen-maen di Ngandong. Dan kelar dari situ kita pesan makan siang superb. 5 porsi ikan, seperempat udang asam manis, ca kangkung, dan sambel bawang dengan 20 cabe. Two thumbs up deh pokoknya. 



Yummy lunch...slurrp

Balik dari situ kita sempetin mampir ke pantai terakhir, Pantai Drini. Karena sudah cukup sore, matahari udah habis, dan ternyata langitnya agak mendung, suasananya jadi biasa aja menurutku ya. Bahkan kita pun ga bisa menikmati sunset sama sekali, karena mataharinya tertutup sama awan. But we enjoyed the beach, yang pasti tetep diisi dengan foto dan sebagainya :) 



Pantai Drini


Perjalanan panjang pulang ke rumah pun dimulai. Kita udah memposisikan diri senyaman mungkin, supaya gak terpengaruh dengan gaya setir labilnya si driver. 

Dan ternyata, masih pada punya ide surprise untuk mampir ke Bukit Bintang yang masih berada di daerah pegunungan Gunung Kidul. Di sana ada warung makan, jagung bakar, dan resto. Kita pilih satu warung buat mampir. Berdasar pengalaman teman yang suka "ditembak" harga di sini, aku pun langsung ngecek harga dulu baru kita pesen. 

Well, semangkuk mie rebus telur, teh anget, dan kopi pun jadi teman kita sejenak untuk ngobrol dan menikmati kerlap-kerlip Jogja dari atas. Inilah kenapa area ini disebut Bukit Bintang. Karena selain bisa lihat langit dengan hamparan bintang beneran, kita juga bisa lihat kota Jogja dengan gemerlap lampu-lampunya di malam hari.

Nice!

Saturday, June 30, 2012

Another Goodbye


Sabtu ini adalah hari terakhir aku bekerja di sebuah biro iklan lokal di Yogyakarta. Setelah 2,5 tahun doing my best there, i have to say goodbye. I have to make a decision. One of my biggest decision in life. Karena ini berhubungan dengan pekerjaan, dengan kehidupan, dengan sesuatu hal yang aku suka kerjakan. 

Sebenarnya gak cuma saat ini aja aku ngerasa sedih waktu mau cabut dari kerjaan. Di 3 kantorku sebelumnya juga begitu. Entah karena kontrak habis atau karena aku resign, rasanya sama. Sedih, and its hard to say goodbye to people, memory, and all the best experiences. Each office, gives me a lot of things to remember. Good or bad, happy or sad. 

Sebuah pekerjaan, kantor, dan orang-orangnya selalu mengajarkan banyak hal untuk kehidupan. Tentang bagaimana bersikap, berpikir, dan memutuskan sesuatu. Tapi, bukannya karena sudah tahu terus kita berhenti belajar. Gak donk. Karena di depan sana, masih ada banyak hal baru yang akan terjadi. Jadi masih harus terus belajar ;) Selain keuntungan materi yang kita dapat, dalam sebuah perusahaan dan proses kerja itu ada banyak hal yang berharga sebagai pelajaran, dan tentu saja orang-orangnya yang akhirnya jadi teman baik. 


secildut :*

Soal pekerjaan, sebenarnya ada keinginan kecil untuk melepaskan cita-cita jadi copywriter yang bekerja di sebuah biro iklan. Mematok standar dan idealisme untuk bekerja di biro iklan bikin pikiran jadi terkotak-kotak gak bebas dan gak asik lagi. I love advertising, i love commercial, dan segala printilan di dalamnya. Tapi gak tahu kenapa pingin banget cobain kerja di bidang yang lain. Sebelum akhirnya aku menyandang "gelar pekerjaan" sebagai copywriter, aku pernah kerja sebagai business executive, mobile content developer, bahkan mengerjakan hobi neklaces crafter ;) 

Jauh dalam hati, copywriter, yang bukan aku bilang sebagai pekerjaan tapi suatu kesenangan, masih jadi cita-cita. Entah kenapa aku jatuh cinta setengah mati sama pekerjaan ini. Walaupun aku gak bisa bilang, kalau aku the best di sini. Enggak sama sekali. Masih sangat banyak orang di luar sana yang lebih jago dan lebih hebat. 

Anyway, i feel so glad, karena aku sampai di tahap memutuskan sesuatu yang besar dalam hidup. Keluar dari comfort zone dan orang-orang yang sangat menyenangkan, membuka pikiran baru untuk semakin kuat lagi menjalani hidup. Entah apa yang ada di depan. Is it bad or even worst? We'll never know untill we face them. 


gank koplo :P

Friday, April 6, 2012


saling menghindari untuk tidak bertemu
membangun dinding setinggi langit
memisahkan kota seperti negara perang
tidak bisa dilewati 
atapun terlewati
karena angkuh seisi hatinya

angkuh seperti butiran pasir
di bibir pantai sore hari
yang yakin dirinya paling indah
tapi cepat hilang saat ombak datang menerjang

begitulah kita saling membangun pertahanan
seolah tak ada lagi yang pantas didamaikan
kita hanya bisa saling menatap teduh
tanpa bisa menyentuh utuh

itulah kita sekarang
membangun pertahanan perang
mengubah hati jadi sekeras batu karang

Wednesday, April 4, 2012




Catch the flash

And i will answer "yes!"
Hari semakin siang, dan aku melangkah pelan
Tak peduli angin dan hujan
Tubuhku pelan dihempas ke jalan

Duuh Gusti, tajamkan ingatkan rekatkan doa
Takkan kuhitung berapa banyak kuhabiskan bekal
Agar sampailah aku di tujuan kekal