Tuesday, March 30, 2010

patah tak kunjung sembuh
mengganti riang tawa kecilnya
dia memang tak pernah bahagia
tapi dalam hatinya ia selalu berdansa

membasahi peluh dengan keringat
menyeka dahi dengan darah nadi
tak berapa lama dia terjatuh
katanya sudah terlalu lelah berlari
Aku membutuhkan sebuah inovasi. Sebuah perbendaharaan yang lain. Tentang apa? Tentang apa saja. Apa saja yang bisa membuat aku tertawa, nangis sampe bengkak matanya, ataupun marah-marah gak karuan. Karena yang ada sekarang hanya sebuah stagnansi yang gak berubah sejak beberapa bulan yang lalu.

Inovasi itu tidak juga bisa aku dapat.Padahal setiap saat, setiap media aku cermati, kira-kira apa yang bisa hasilkan dari situ. Tapi ternyata masih juga tidak bisa.

Aku membutuhkan sebentuk nyawa baru. Yang bisa menggantikan aku sekarang juga. Karena semakin lama, sepertinya tidak lagi bisa berinteraksi dengan sekitarku di sini.

Simpanan energiku ternyata tidak sebanyak yang aku bayangkan. Tidak sebagus yang aku pamerkan. Semuanya masih kualitas nomor 2. Sedangkan aku harus meningkatkan energiku itu menjadi kualitas nomor 1.

Karena semakin lama didiamkan, semakin menumpuk dan berubah menjadi karat yang takutnya tidak bisa hilang. Dan aku tidak mau menjadi semacam karat, yang tidak bisa merubah apapun lagi, selain merusak warna suatu benda.

Aku ingin jadi semacam campuran warna baru, yang jadi pilihan para seniman. Aku ingin jadi warna solid, yang selalu diingat para desainer grafis. Tapi, aku terhenti sama satu hal yang terlihat seperti tembok besar, INOVASI

Saturday, March 27, 2010

Kayaknya salah kalo terus menerus didiamkan. Tapi lagi-lagi aku belum bisa berbuat apapun. Yang aku bisa cuma mengandalkan orang lain, dan itu sebenarnya udah aku lakukan. Sekarang harus gimana lagi ya. Kayaknya salah juga kalo harus cerita di blog. Malah bisa bikin panjang masalah nanti. Tapi gimana solusinya ya. Duduk bersama, bicara, dan dapat solusinya, kok kayaknya gampang dibayangin. Tapi susah untuk dimulainya. Kenapa bisa begitu ya.

Masing-masing dari kita sepertinya memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Masalahnya, kita masing-masing gak tau, apa kepentingan kita. Dan itu terjadi karena tidak ada komunikasi yang dimulai. Kita memang berteman, sangat dekat. Tapi saat ini dimulai, sepertinya kita mulai berjarak, dan aku sejujurnya tidak aku tidak nyaman. Tapi setidaknya kami diberitahu donk masalahnya, dan dari masalah itu kalau memang kita harus berjarak ya tidak apa-apa.

Kami bingung karena sama sekali tidak tahu.
Padahal kami sungguh-sungguh ingin tahu.
Tolong beritahu, agar kami juga bisa maju.
Jadi tidak seolah-olah kami menahanmu, padahal kamu tidak mau.
Sungguh, kami sama sekali tidak ingin merepotkanmu....


Regards,

Monday, January 25, 2010

Kesenangan kita berdua yang tulus dari hati, membuat segalanya tampak kabur saat itu.. Tidak nyata.. Seperti semuanya tidak benar-benar terjadi. Mimpi...
Seperti masuk dan terbawa pada waktu yang berbeda, tempat yang berbeda. Seakan kita tidak di situ. padahal kita di situ, di sini, di sana. kita sudah di tempat yang seharusnya. Tapi, seakan itu bukan kita berdua. Sepertinya roh kita keluar dari tubuh, menguap di udara dan saling berpegangan dalam dentuman jantung yang berdetak kencang.
Hanya sesaat...semua itu hanya sesaat.......

Tapi kenapa semua ini tampak nyata, bukan mimpi, dan sempat membuatku bertanya. Apakah ini semua abadi? Apakah ini akan mutlak berlaku selamanya.....?
Untuk kita, jelas tidak. Masih ada rentang waktu yang panjang yang harus dilalui. Yang harus diatasi dengan besar hati.
Saat yang hanya sesaat itu, membuatku sadar bahwa kita harus kembali ke dalam dunia yang sesungguhnya. Yang membutuhkan keseimbangan, yang membutuhkan keteguhan, yang membutuhkan kejujuran, yang membutuhkan rasa aman saat saling menjaga dan dimiliki, saat dihargai, yang membutuhkan kesabaran, yang membutuhkan kesadaran iman, yang masih membutuhkan Tuhan......

05012010

Di usia yang sudah tidak lagi muda, bukan anak-anak, bukan remaja…apa yang bisa kita lakukan

Apa ada yang bermasalah

Atau tidak ada sama sekali….

Mari berpikir kebalikan dari sekarang

Seandainya tidak

Dan seandainya bukan

Apa yang bisa kita dapat

Lebih bahagia

Ataukah hanya kesenangan yang sama

Dari yang ada sekarang…..

Terlempar dari waktu

Terasing dari keramaian

Waktunya sendiri

Menghitung uang simpanan

Menuliskan tagihan

Membuat rencana perjalanan

Atau berdoa kalau malam ini Santa Claus datang lagi setelah Natal……

Maka semua pun berkumpul

Sembunyi-sembunyi

Menyalakan lilin di hati

Begitu hangat….

Setelah menghitung

Semua gelap

Berbisik

“Selamat Ulang Tahun”

Thursday, January 14, 2010


kesampingkan dunia di sisi kananmu

angkat doa dan pujian di sisi kirimu
kau akan bergaya seperti seorang tukang ramal
yang tau esok akan bercuaca apa
kita tak pernah minta, tapi selalu dia beri
jadi apa sulitnya kita bilang terimakasih
setiap kita hendak pergi tidur

Tuesday, January 12, 2010



i just want to be happy