Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

Thursday, September 25, 2008

morning tunes

Musisi memang lahir dari jalanan
Begitu menariknya musik yang mereka ciptakan
Dari alat musik seadanya, dan suara yang khas

Aransemennya bagus
Lagu Reza yang Pertama, sama Beautiful-nya James Blunt jadi menarik banget
Padahal cuma digitarin, dan diganti beberapa nadanya
Seruu...

Wednesday, August 20, 2008

Soundrenaline 08, Free Your Voice

bersama wanita2 Nidjiholic
(kecuali aku dan Bam)


Tahun ke-7 penyelenggaraan A Mild Soundrenaline ini mengusung tema Free Your Voice. Tema ini bermakna mengundang para pecinta musik untuk menyuarakan segala keinginan, pendapat, bahkan ide, tanpa harus takut dan berada di bawah tekanan.

Ada lebih dari 50 musisi yang tampil di Soundrenaline tahun ini (10/8) Dan karena kebetulan diadain lagi di Jogja, antusiasku untuk menonton secara langsung, cukup tinggi. Terutama karena ada Naif yang akan perform juga di situ. Selain 50 musisi nasional dan lokal, ada juga booth-booth yang menggelar perform dari band-band indie Jogja. Seperti di booth Aksara Record dan Trax Magz yang menampilkan peform dari Alongside The Quay, Armada Racun, Oh Nina, dll.

Dengan empat panggung untuk perform, dan ribuan penonton yang datang, sepertinya semakin mematenkan acara A Mild Soundrenaline ini sebagai acara musik terbesar di Indonesia. Jika waktunya diperpanjang jadi 2-3 hari mungkin akan menyamai Woodstock.

Tempat yang luas dengan ribuan penonton, membuat kita harus jeli band apa yang sedang perform. Begitu juga dengan Naif yang ternyata sudah main beberapa lagu, dan saya baru menyadarinya. Bahkan saya tahunya itu The Changcuters. Akhirnya cuma satu lagu yang bisa aku nikmatin dari Naif, itupun sudah hampir selesai. Sedikit jengkel, tapi mau gimana lagi!

Secara konsep dan eksekusi, event ini emang oke banget! Dengan berbagai detail pelengkap acara dan konsep promo yang oke. Tapi sepertinya penetapan jadwa itu masih jadi masalah, karena banyak band yang akhirnya batal manggung tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, dan membuat banyak penonton yang datang jadi kecewa. Tapi, sepertinya itu bisa sedikti terobati,dengan banyaknya band nasional papan atas lainnya yang perform.

Well, so far so good. Gigi menutup acara di stage utama, dan firework menandai berakhirnya event musik A Mild Soudrenaline 08 di Jogja. Can't wait for another event in Jogja...

Thursday, August 7, 2008




with friends in Pesona Nada Senja

Wednesday, August 6, 2008

Pesona Nada Senja


Malam yang sempurna untuk sebuah pentas musik. Kehadiran SORE membuat banyak masyarakat Yogya yang menyukai atau sekedar tertarik pada musik mereka, menjadi bersemangat untuk datang malam itu (23/07). SORE adalah kelompok musik dari Jakarta yang menjadi perhatian saat ini. Album pertamanya,Centralismo, menjadi salah satu Five Asian Album Worth Buying, dan itu prestasi yang luar biasa untuk kelompok musik yang memilih eksis di jalur indie. Pesona Nada Senja, berhasil membuat kehadiran kedua SORE di Yogya, menjadi sangat istimewa.

Dibuka dengan penampilan yang jazzy dari Andy Gomes, menyakinkan saya bahwa pentas musik ini akan berjalan dengan baik. Airport Radio yang menjadi penampil kedua, memberikan ambience yang berbeda. Vokalisnya pun mencoba berdendang dengan lagu jawa di lagu pertama. Dengan denting piano mungil jaman dulu, musik mereka jadi semi experimental menurut saya. Selangkah lagi menuju puncak pertunjukkan. The Monophones menjadi penampil terakhir sebelum SORE. Kostum yang seragam dan vokalis yang tampil sangat manis, menjadikan perform mereka di panggung, sempurna. Tapi, lagu baru mereka terdengar sedikit dipaksakan. Mungkin karena belum begitu familiar dengan telinga saya, but its great!! Cant wait the other performance to hear their new song again! Dan Rain of July menjadi penutup yang sempurna.


Akhirnya SORE pun tampil. Walau tanpa kehadiran Bembie Gusti, drummer, SORE tetap tampil maksimal. Ade Paloh (Vokal dan gitar), Awan Granida (Vokal dan bass), Mondo Gascaro (Vokal dan Keyboard), dan Reza Dwiputranto (Vokal dan gitar) memberikan penampilan terbaiknya pada penonton malam itu. Mereka membawakan lagu dari dua album mereka, Centralismo dan Ports Of Lima dengan berkolaborasi bersama beberapa musisi dari Yogyakarta. Freiman, Setengah Lima, dan beberapa lagu dari album pertama membuat penonton ikut bernyanyi. Semua menyatu dalam keunikan vokal seluruh personilnya dan permainan musik mereka yang apik. Tidak ada yang mengucapkan penyesalan setelah menyaksikan perform mereka. Walau hari sudah larut malam, namun Senjanya Nada SORE masih Mempesona hati.(bdet@)