aku ingin tiba-tiba datang ke mejamu saat makan siang, dan menyiapkan semua makanan kesukaanmu, tanpa kamu harus kesulitan lagi untuk pergi keluar
aku ingin jadi orang pertama yang mencium harum kopi pahitmu
yang selalu kamu minum tiap pagi
aku ingin menghambur di pelukanmu,
mengusap kepala di kemejamu yang sedikit basah karena keringat, setelah seharian bekerja
aku ingin jadi orang yang pertama melihatmu menguap, sambil sedikit menggerakkan badan karena terlalu lelah berpikir seharian di kantor
tak pernah terbayangkan jika aku kehilangan keseharian itu
Wednesday, November 12, 2008
Buddha
Your work is to discover your work and then with all your heart to give yourself to it.
Submitted By Fenrick Russell
Until you find that work you enjoy, enjoy that work you find.
Aristotle
Pleasure in the job puts perfection in the work.
William Lyon Phelps
Whenever it is in any way possible, every boy and girl should choose as his life work some occupation which he should like to do anyhow, even if he did not need the money.
Tuesday, November 11, 2008
babak baru kehidupan dunia
Terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden kulit hitam pertama di Amerika, membuka babak baru kehidupan politik dan sosial (tampaknya) tidak hanya di Amerika, bahkan di seluruh dunia. Obama akan resmi menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat pada 20 Januari 2009. Hari pelantikan Obama menjadi presiden bertepatan dengan peringatan 200 tahun kelahiran Abraham Lincoln, tepatnya pada 12 Februari 2009. Mereka berdua sama-sama wakil rakyat Negara Bagian Illinois, dan sama-sama terpilih pada saat krusial dalam sejarah bangsa Amerika. Perekonomian AS terpuruk. Dua perang, di Irak dan Afganistan telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan menyita banyak sumber daya negara.
Proklamasi Emansipasi yang diusung Lincoln serta penghentian Perang Saudara, telah mengakhiri perbudakan di AS dan kini memungkinkan Obama menjadi presiden keturunan kulit hitam pertama. Kini, dengan terpilihnya Obama, keturunan kulit hitam bisa jadi akan makin mendapat tempat di masing-masing masyarakat di Amerika dan dunia. Karena Obama telah menunjukkan kemampuannya sebagai seorang pemimpin, meski ia adalah keturunan kulit hitam. Babak baru rasisme akan dimulai lagi.
Bagaimana dengan McCain? Setelah kekalahannya, pahlawan perang Vietnam itu dengan rendah hati mengakui kemenangan Obama. Pengalaman politik dan pertarungannya melawan George W Bush tahun 2000 untuk merebut nominasi presiden dari Partai Republik, tidak membuat rakyat Amerika memilihnya. Dalam pidato di depan pendukungnya di Arizona, dengan rendah hati dia mengucapkan selamat pada Obama dan mengakui kekalahannya. "Kalau sekarang ini kita kalah, itu bukan kekalahan Anda semua, tetapi kegagalan saya. Tidak ada dalam hati saya kecuali kecintaan saya kepada negeri ini dan kepada seluruh warga negaranya, apakah mereka mendukung saya atau Senator Obama. Saya mendoakan orang yang sebelumnya lawan saya semoga berhasil dan menjadi presiden saya."
Ini adalah pelajaran yang baik. Menerima kekalahan dengan rendah hati. Kita harus belajar dari sini. Bukannya selalu merasa paling benar dan bertindak seenaknya. Sering kita lihat, sebuah kekalahan yang dinilai sebagai penghancuran harga diri, dan dibalas dengan berkoar-koar menunjukkan kekuatan yang tidak berguna sama sekali. Kesebalasan sepak bola yang kalah, bertindak anarkis karena menganggap kemenangan itu adalah dan kecurangan dan si pemenang harus ditumpas. Seorang pemimpin agama kalah dalam sebuah sidang yang menuduhnya melakukan kesalahan. Saat ia kalah karena semua bukti membuktikan dia salah, seluruh pendukungnya turun ke jalan, mengancam dan menyakiti orang lain. Si pemimpin agama, dengan sok alim menenangkan tapi tetap memperpanas suasana dengan perkataan membela kebenaran, membela agama, dan sebagainya....
Seharusnya persaingan Obama dan McCainn yang jadi sorotan dunia jadi pelajaran berharga, dan kita bisa mulai babak baru dalam kehidupan berbangsa Indonesia.
Tapi mungkin, susah kali ya buat sampe ke sana....
Proklamasi Emansipasi yang diusung Lincoln serta penghentian Perang Saudara, telah mengakhiri perbudakan di AS dan kini memungkinkan Obama menjadi presiden keturunan kulit hitam pertama. Kini, dengan terpilihnya Obama, keturunan kulit hitam bisa jadi akan makin mendapat tempat di masing-masing masyarakat di Amerika dan dunia. Karena Obama telah menunjukkan kemampuannya sebagai seorang pemimpin, meski ia adalah keturunan kulit hitam. Babak baru rasisme akan dimulai lagi.
Bagaimana dengan McCain? Setelah kekalahannya, pahlawan perang Vietnam itu dengan rendah hati mengakui kemenangan Obama. Pengalaman politik dan pertarungannya melawan George W Bush tahun 2000 untuk merebut nominasi presiden dari Partai Republik, tidak membuat rakyat Amerika memilihnya. Dalam pidato di depan pendukungnya di Arizona, dengan rendah hati dia mengucapkan selamat pada Obama dan mengakui kekalahannya. "Kalau sekarang ini kita kalah, itu bukan kekalahan Anda semua, tetapi kegagalan saya. Tidak ada dalam hati saya kecuali kecintaan saya kepada negeri ini dan kepada seluruh warga negaranya, apakah mereka mendukung saya atau Senator Obama. Saya mendoakan orang yang sebelumnya lawan saya semoga berhasil dan menjadi presiden saya."
Ini adalah pelajaran yang baik. Menerima kekalahan dengan rendah hati. Kita harus belajar dari sini. Bukannya selalu merasa paling benar dan bertindak seenaknya. Sering kita lihat, sebuah kekalahan yang dinilai sebagai penghancuran harga diri, dan dibalas dengan berkoar-koar menunjukkan kekuatan yang tidak berguna sama sekali. Kesebalasan sepak bola yang kalah, bertindak anarkis karena menganggap kemenangan itu adalah dan kecurangan dan si pemenang harus ditumpas. Seorang pemimpin agama kalah dalam sebuah sidang yang menuduhnya melakukan kesalahan. Saat ia kalah karena semua bukti membuktikan dia salah, seluruh pendukungnya turun ke jalan, mengancam dan menyakiti orang lain. Si pemimpin agama, dengan sok alim menenangkan tapi tetap memperpanas suasana dengan perkataan membela kebenaran, membela agama, dan sebagainya....
Seharusnya persaingan Obama dan McCainn yang jadi sorotan dunia jadi pelajaran berharga, dan kita bisa mulai babak baru dalam kehidupan berbangsa Indonesia.
Tapi mungkin, susah kali ya buat sampe ke sana....
Sunday, November 9, 2008
trapped in pitch
setelah hampir 2 bulan saia bekerja, akhirnya kebagian juga kerja lembur. dari sabtu siang, kembali lagi ke minggu siang. meeting, brainstorm, browsing, explore, revisi, dan tidur cuma 3 jam doank, melengkapi wiken saia kali ini. saia, budi, bayu, dan akhirnya ryan dateng buat nginep juga. saia jadi inget waktu jaman kuliah, masih bersemangat mengejar deadline dan akhirnya tidak tidur hanya untuk mengedit sebuah iklan amatir di kampus. energinya jelas beda. passionnya jelas beda. tapi ekspektasi hasilnya jelas sama, wish all the best.
tapi lemburan kali ini berbuntut pada ketidakpercayaan seseorang pada keberadaan saia di kantor. entah hanya terpancing karena keadaan, atau memang dia begitu. well, trust me honey, ill always tell the truth kok! kalau disuruh milih, saia juga sebenarnya tidak mau, mending balik kost dan tiduuuurrr sambil baca majalah baru. im trapped in pitch honey....
tapi lemburan kali ini berbuntut pada ketidakpercayaan seseorang pada keberadaan saia di kantor. entah hanya terpancing karena keadaan, atau memang dia begitu. well, trust me honey, ill always tell the truth kok! kalau disuruh milih, saia juga sebenarnya tidak mau, mending balik kost dan tiduuuurrr sambil baca majalah baru. im trapped in pitch honey....
Friday, November 7, 2008
Wednesday, November 5, 2008
Strategic Thinking
Strategi itu bermula dari objective. Apa yang mau kita capai menuntut kita untuk menyusun apa yang akan dan harus kita lakukan. Hingga lahirlah strategi yang menganut nilai-nilai tertentu. Seperti pasukan perang yang tujuan akhirnya adalah menang dan menguasai wilayah musuh. Pastinya strategi yang hebat dibutuhkan untuk menyerang dan bertahan. Dari jenderal ampe prajuritnya harus sama-sama menjalankan strategi yang in-line yang satu suara dan satu tujuan.
Atau saat seorang perjaka yang mendambakan cinta gadis tetangga. Dia pasti akan mencari seribu cara untuk mendekati sang pujaan, agar cintanya bisa diterima. Strategi pedekate pun dijalankan. Membawa buah hasil kebun sendiri, atau bunga yang nyuri-nyuri dari kebun tetangga sebelah. Dengan berbagai macam usaha itu, hasilnya cuma satu. Supaya sang gadis menerima cintanya.
Kalo mau bikin campaign juga gitu. Mau sales atau mau awareness. Mau langsung atau buzzing. Mau satu atau seribu. Semuanya perlu dipikirin route-nya. Dipikir ampe kecil, seimpil, nyempil-nyempil, biar in-line dan ga ada yang keluar masuk seenaknya. Objective juga untuk menjaga semua materi tidak bertumpah ruah, dan akhirnya tidak berguna. Kayak yang kemarin kejadian, materi promo A udah jalan, ekh besoknya diajak meeting ngomongin campaign yang sama tapi buat pitching! Naaaah...yang bener yang mana. Monggo, dipastiin dulu deh ke AE dan clientnya...
Strategic thinking is a way of life...
Atau saat seorang perjaka yang mendambakan cinta gadis tetangga. Dia pasti akan mencari seribu cara untuk mendekati sang pujaan, agar cintanya bisa diterima. Strategi pedekate pun dijalankan. Membawa buah hasil kebun sendiri, atau bunga yang nyuri-nyuri dari kebun tetangga sebelah. Dengan berbagai macam usaha itu, hasilnya cuma satu. Supaya sang gadis menerima cintanya.
Kalo mau bikin campaign juga gitu. Mau sales atau mau awareness. Mau langsung atau buzzing. Mau satu atau seribu. Semuanya perlu dipikirin route-nya. Dipikir ampe kecil, seimpil, nyempil-nyempil, biar in-line dan ga ada yang keluar masuk seenaknya. Objective juga untuk menjaga semua materi tidak bertumpah ruah, dan akhirnya tidak berguna. Kayak yang kemarin kejadian, materi promo A udah jalan, ekh besoknya diajak meeting ngomongin campaign yang sama tapi buat pitching! Naaaah...yang bener yang mana. Monggo, dipastiin dulu deh ke AE dan clientnya...
Strategic thinking is a way of life...
Setelah beberapa minggu di Jakarta, akhirnya aku nyempetin buat balik ke Jogja. Perjalanan panjang naik kereta kali ini, aku lewati dengan membuat banyak rencana. Mau ini mau itu, mau gini mau gitu. Tapi dua hari mudik, ternyata cukup singkat untuk melakukan semua rencana yang udah aku susun. Wiken kemarin emang jadi unforgettable wiken, dengan kondisi dan situasi yang sudah jauh berbeda. Tapi..masih juga belum cukup.
Memaang...gak ada tempat lain senyaman di rumah. Tapi ya, waktu buka mata udah hari minggu. Dan udah harus prepare untuk balik lagi ke Jakarta. Yang seru, ini pengalaman pertamaku ke Jakarta sendirian. Wuiiiiihhhh....seruuu banget! Emang dasar pelor, begitu nempel langsung lesssszzzzzz molor...
Ehmm...next time, gak perlu takut lagi kalo bolak balik sendirian. Karena, semua itu ga akan kita tahu rasanya, kalo kita gak pernah coba!
-------------------
Setelah sekian waktu
Memutuskan kembali, meski harus kembali lagi
Menghindari batasan
Berusaha melambatkan waktu
Bepergian membawa kenangan
Untuk dibagi dan terus ditambahkan
Tak ingin ada tangisan
Walau selalu akan ada perpisahan
Kita bisa berharap
Esok akan jadi awal lagi
Awal untuk jadi akhir
Akhir hari untuk saling menanti
Subscribe to:
Posts (Atom)